“Saranghaeyo Jung-In” ungkap Jin-Hyuk. “Saranghae Jin-Hyuk” balas Jung-In, salju pun turun dan membuat romansa keromantisan semakin kuat. Jin-Hyuk pun Mencium Kening Jung-In dan mengatakan “Aku akan Mencintaimu Selalu.”
5 Tahun Kemudian, Mereka berdua pun telah lulus dari sekolah perguruan tinggi. Jin-Hyuk dan Jung-In pun pergi Berlibur ke Paris bersama Sahabat Mereka Ji-Woong dan Ji-Na. Sesampainya di Kota tersebut, Mereka Semua sangat senang dan mengabadikannya lewat Photo dan video.
“Teman-Teman, ayo kita pergi ke Menara Eiffel. Kita abadikan semua kegiatan kita disana.” Ajak Ji-Woong dengan semangat. Mereka semua pun langsung menuju Menara Eiffel untuk bersenang-senang. Disana, Jung-In melihat Kekasihnya, Jin-Hyuk bermesraan dengan Sahabatnya sendiri Ji-Na. Jung-In menangis dan pergi ke toilet. Di dalam toilet, Jung-In menangis dan berkata dalam hati “Nggak mungkin Jin-Hyuk selingkuh dari aku. Itu nggak mungkin.” Jung-In pun ke luar dari toilet dan kembali lagi ke Menara Eiffel. Di sana, ia melihat Kekasihnya Jin-Hyuk mencium Kening Ji-Na seperti Jin-Hyuk melakukan Kepadanya ketika Mereka Pertama Kali Berpacaran.
Jung-In tidak tahan dengan perbuatan Jin-Hyuk tersebut, Jung-In yang Kesal pun langsung kembali ke hotal untuk meredamkan amarahnya kepada Jin-Hyuk, di dalam kamar hotol, ia masih teringat-ingat kejadian di Menara Eiffel tersebut dan membuat Jung-In menangis tersendu-Sendu. Jung-In pun menulis Surat dan Meletakannya Di Atas Meja. Setelah Itu, Jung-In mengambil Tali Dan Bunuh diri dengan cara yang sadis yaitu gantung diri. Sebelum Gantung Diri, Jung-In pun mengucapkan kata-kata terakhirnya kearah jendela yaitu “Selamat Tinggal Teman-Teman. Goodbye” ucap Jung-In
Di Menara Eiffel Ji-Woong bertanya-tanya keberadaan Jung-In. “Teman-Teman, kemana Jung-In?” tanya Ji-Woong. “Mungkin ia sudah kembali ke hotel. Ayo kita pulang saja ke hotel. Soalnya aku lelah.” Jawab Jin-Hyuk. Mereka pun pulang ke hotel tempat mereka menginap.
“Aku Duluan masuk kamar ya teman-teman.” kata Ji-Na. “Baiklah. Ayo Ji-Woong.”
“Aaaaaaaaa….” Teriak Ji-Na dari dalam kamar. Jin-Hyuk & Ji-Woong pun kaget dan langsung masuk kekamar Ji-Na. “Ada Apa Ji-Na?” Tanya Jin-Hyuk. “It… Itu” Ji-Na Menunjuk Kearah Jendela tempat Jung-In gantung diri. Jin-Hyuk pun kaget dan tak percaya atas kejadian ini. Di atas meja, Jin-Hyuk pun menemukan sebuah surat yang ditulis langsung oleh jung-in sebelum ia bunuh diri.
“Aaaaaaaaa….” Teriak Ji-Na dari dalam kamar. Jin-Hyuk & Ji-Woong pun kaget dan langsung masuk kekamar Ji-Na. “Ada Apa Ji-Na?” Tanya Jin-Hyuk. “It… Itu” Ji-Na Menunjuk Kearah Jendela tempat Jung-In gantung diri. Jin-Hyuk pun kaget dan tak percaya atas kejadian ini. Di atas meja, Jin-Hyuk pun menemukan sebuah surat yang ditulis langsung oleh jung-in sebelum ia bunuh diri.
Isi surat tersebut adalah ungkapan terakhir dari jung-In kepada teman-Temannya. Jin-Hyuk pun membaca Surat tersebut dengan suara terbata-bata “Halo Teman-Temanku. Mianhae telah mengecewakan kalian atas perbuatanku ini. Dan untuk Jin-Hyuk semoga Kamu Bisa Bahagia dengan sahabat sejati ku Choi Ji-Na. Sekali lagi Mianhae. aku sayang kalian. Saranghaeyo chingudeul” tutup Jin-Hyuk sambil menangis. Ji-Na dan Ji-Woong pun menangis mendengarkan isi surat tersebut. Mereka bertiga pun saling merangkul satu sama lain dan mengirimkan doa untuk Jung-In.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar